SELAMAT DATANG

السلام عليكم

SELAMAT DATANG DI BLOG SD PURWAMEKAR

Di blog ini anda dapat membaca beberapa artikel tentang dunia pendidikan yang sudah tentu dapat membantu menambah wawasan anda selaku pendidik atau pengamat pendidikan

SELAMAT BERGABUNG DI BLOG KAMI

TERIMA KASIH

Mengenai Saya

Foto Saya
SUBANG, JAWA BARAT, Indonesia
Sekolah Dasar Negeri Purwamekar, Sekolah tersebut didirikan pada tahun 1975 diatas tanah seluas 2070 m2 terletak ditengah pemukiman penduduk Desa Tanjungrasa Kidul. pada saat ini kepala Sekolah SD Negeri Purwamekar adalah Bapak Abdul Rofik S.Pd.I Sekolah tersebut bernomor statistik sekolah 101021910021. Beralamatkan di Jalan Bakan Asem II Desa Tanjungrasa kidul RT 18/06 kecamatan Patokbeusi kabupaten Subang, dan SD ini berwilayah paling ujung dari kabupaten Subang dikarenakan beberapa meter berbatasan dengan kabupaten Karawang.

Selasa, 28 Februari 2012

MAKALAH : UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN

Oleh : Dian Wahyudin, S.Pd


BAB I

PENDAHULUAN



A.  Latar Belakang

Dalam pembangunan nasional, pendidikan diartikan sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia serta dituntut untuk menghasilkan kualitas manusia yang lebih tinggi guna menjamin pelaksanaan dan kelangsungan pembangunan. Peningkatan kualitas pendidikan harus dipenuhi melalui peningkatan kualitas dan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. Pembaharuan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai luhur sopan santun dan etika serta didukung penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, karena pendidikan yang dilaksanakan sedini mungkin dan berlangsung seumur hidup menjadi tanggung jawab keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah.

Pada era globalisasi, perkembangan IPTEK semakin marak di masyarakat. Maraknya perkembangan IPTEK disebabkan oleh adanya tuntutan manusia untuk berkembang dan maju dalam berbagai bidang sesuai dengan perkembangan zaman. Tuntutan tersebut, dapat diperoleh melalui informasi aktual dari peralatan IPTEK yang canggih. Pendidikan merupakan upaya untuk membentuk sumber daya manusia yang dapat meningkatkan kualitas kehidupannya. Dengan demikian kebutuhan manusia yang semakin kompleks akan terpenuhi. Selain itu melalui pendidikan akan dibentuk manusia yang berakal dan berhati nurani.

Kualifikasi sumber daya manusia yang mempunyai karakteristik seperti diatas, sangat diperlukan dalam menguasai dan mengembangkan ilmupengetahuan dan teknologi, sehingga mampu menghadapi persainganglobal.Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalamkeberhasilan pembangunan disegala bidang. Hingga kini pendidikan masihdiyakini sebagai wadah dalam pembentukan sumber daya manusia yangdiinginkan.

Melihat begitu pentingnya pendidikan dalam pembentukansumber daya manusia, maka peningkatan mutu pendidikan merupakan halyang wajib dilakukan secara berkesinambungan guna menjawabperubahan zaman. Masalah peningkatan mutu pendidikan tentulah sangatberhubungan dengan masalah proses pembelajaran. Proses pembelajaranyang sementara ini dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan kita masihbanyak yang mengandalkan cara-cara lama dalam penyampaian materinya.Di masa sekarang banyak orang mengukur keberhasilan suatupendidikan hanya dilihat dari segi hasil. Pembelajaran yang baik adalahbersifat menyeluruh dalam melaksanakannya dan mencakup berbagaiaspek, baik aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik, sehingga dalampengukuran tingkat keberhasilannya selain dilihat dari segi kuantitas jugadari kualitas yang telah dilakukan di sekolah-sekolah.

Mengacu dari pendapat tersebut, maka pembelajaran yang aktifditandai adanya rangkaian kegiatan terencana yang melibatkan siswasecara langsung, komprehensif baik fisik, mental maupun emosi. Halsemacam ini sering diabaikan oleh guru karena guru lebih mementingkanpada pencapaian tujuan dan target kurikulum. Salah satu upaya guru dalammenciptakan suasana kelas yang aktif, efektif dan menyenangkan dalampembelajaran yakni dengan menggunakan alat peraga. Hal ini dapatmembantu guru dalam menggerakkan, menjelaskan gambaran ide darisuatu materi.

Tugas utama guru adalah mengelola proses belajar dan mengajar, sehingga terjadi interaksi aktif antara guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa. Interaksi tersebut sudah barang tentu akan mengoptimalkan pencapaian tujuan yang dirumuskan. Usman (2000:4) menyatakan bahwa proses belajar dan mengajar adalah suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu (1990:1). Senada dengan Usman, Suryosubroto (1997:19) mengatakan bahwa proses belajar dan mengajar meliputi kegiatan yang dilakukan guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan sampai evaluasi dan program tindak lanjut yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu yakni pengajaran.

Tujuan utama pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalahagar siswa memahami konsep-konsep IPA secara sederhana dan mampumenggunakan metode ilmiah, bersikap ilmiah untuk memecahkanmasalah-masalah yang dihadapi dengan lebih menyadari kebesaran dankekuasaan pencipta alam (Depdikbud, 1997:2). Pembelajaran IPAmemiliki fungsi yang fundamental dalam menimbulkan sertamengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif. Agartujuan tersebut dapat tercapai, maka IPA perlu diajarkan dengan cara yangtepat dan dapat melibatkan siswa secara aktif yaitu melalui proses dansikap ilmiah.Mutu pembelajaran IPA perlu ditingkatkan secara berkelanjutan untukmengimbangi perkembangan teknologi. Untuk meningkatkan mutupembelajaran tersebut, tentu banyak tantangan yang dihadapi.

Dalam rangka pencapaian tujuan dalam pembelajaran IPA metode eksperimen sangat penting untuk dilakukan karena dapat membuat proses pembelajaran berlangsung lebih berkesan, sehingga peserta didik dapat menemukan sendiri tentang IPA, oleh sebab itu penulis menyusun makalah ini dengan judul. “ Upaya Meningkatkan  Pembelajaran IPA dengan Menggunakan Metode Eksperimen”.



B.  Rumusan Masalah

Berangkat dari uraian di atas, rumusan masalah yang diangkat dalam kajian ini adalah sebagai berikut :

1.    Bagaimana hakikat  IPA?

2.    Bagaimana rasional metode eksperimen?

3.    Bagaimana langkah-langkah metode eksperimen?

4.    Apa kekuatan dan kelemahan metode eksperimen?



C.  Prosedur Pemecahan Masalah

Masalah-masalah diatas akan dibahas secara rinci dengan mengacu kepada studi literatur buku-buku rujukan yang sesuai. Pembahasan masalah-masalah ini hanya bersifat teoritis yang berdasarkan pendapat-pendapat dari para ahli yang dirujuk dari beberapa buku sumber disertakan pula pendapat penulis yang merupakan kesimpulan dari pendapat para ahli tersebut.

D.  Sistematika Penulisan

 Makalah  ini terdiri dari tiga bab, diawali dengan bab pendahuluan dan diakhiri dengan bab kesimpulan. Dengan rincian sebagai berikut:

Bab I merupakan bab pendahuluan meliputi : a) latar belakang masalah, b) rumusan masalah, c) prosedur pemecahan masalah, d) sistematika uraian.

Bab II berisikan tentang tinjauan teoritis yang berisi tentang : a) hakikat Pendidikan IPA; b) rasional metode eksperimen; c) langkah langkah penggunaan metode eksperimen; d)kekuatan dan kelemahan metode eksperimen.

Bab III berisikan kesimpulan.





BAB II

UPAYA MENINGKATKAN  PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN



A.  Hakikat Pendidikan IPA di Sekolah Dasar

1.    Pengertian Pendidikan  IPA

Menurut Kurikulum Pendidikan Dasar dalam Garis-garis BesarProgram Pendidikan (GBPP) kelas V Sekolah Dasar dinyatakan:Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan hasil kegiatanmanusia yang berupa pengetahuan, gagasan dan konsep-konsep yangterorganisasi tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalamanmelalui serangkaian proses kegiatan ilmiah antara lain penyelidikan,penyusunan dan pengujian gagasan-gagasan.

Lebih lanjut pengertian IPA menurut Fisher (1975) yang dikutipoleh Muh. Amin (1987:3) mengatakan bahwa “Ilmu Pengetahuan Alam(IPA) adalah salah satu kumpulan pengetahuan yang tersusun secarasistematik yang didalamnya secara umum terbatas pada gejala-gejalaalam”.

Menurut Sumaji (1998:31), IPA berupaya untukmembangkitkan minat manusia agar mau meningkatkan kecerdasan danpemahamannya mengenai alam sekitarnya. Mata pelajaran IPA adalahprogram untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan,keterampilan, sikap dan nilai ilmiah pada siswa serta rasa mencintai danmenghargai kebesaran Sang pencipta (Depdikbud 1993/1994: 97).

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa merupakan salah satu kumpulan ilmu pengetahuan yang mempelajarialam semesta, baik ilmu pengetahuan yang mempelajari alam semestayang bernyawa ataupun yang tak bernyawa dengan jalan mengamatiberbagai jenis dan perangkat lingkungan alam serta lingkungan alambuatan.IPA merupakan cara mencari tahu tentang alam secarasistematik untuk menguasai pengetahuan, fakta-fakta, konsep-konsep,prinsip-prinsip, proses penemuan, dan memiliki sikap ilmiah.Pendidikan IPA di SD bermanfaat bagi peserta didik  untuk mempelajari dirisendiri dan alam sekitar. Pendidikan IPA menekankan pada pemberianpengalaman langsung dan kegiatan praktis untuk mengembangkankompetensi agar peserta didik  mampu menjelajahi dan memahami alam sekitarsecara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk “mencari tahu” dan“berbuat” sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperolehpemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

2.    Fungsi Mata Pelajaran IPA

Menurut Kurikulum Pendidikan Dasar (Depdikbud 1993/1994:97-98) Mata Pelajaran IPA berfungsi untuk:

a.    Memberikan pengetahuan tentang berbagai jenis dan perangailingkungan alam dan lingkungan buatan yang berkaiatan denganpemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari.

b.    Mengembangkan keterampilan proses.

c.    Mengembangkan wawasan, sikap dan nilai yang berguna bagisiswa untuk meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari.

d.   Mengembangkan kesadaran tentang adanya hubungan keterkaitanyang saling mempengaruhi antara kemajuan IPA dan teknologidengan keadaan lingkungan di sekitarnya dan pemanfaatannyabagi kehidupan sehari-hari.

e.    Mengembangkan kemajuan untuk menerapkan ilmu pengetahuandan teknologi (IPTEK), serta keterampilan yang berguna dalamkehidupan sehari-hari maupun untuk melanjutkan pendidikannyake tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

3.  Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Tujuan pemberian mata pelajaran IPA munurut Sumaji(1998:35) adalah agar siswa mampu memahami dan menguasai konsepkonsepIPA serta keterkaitan dengan kehidupan nyata. Siswa jugamampu menggunakan metode ilmiah untuk memcahkan masalah yangdihadapinya, sehingga lebih menyadari dan mencintai kebesaran sertakekuasaan Penciptanya.

Pengajaran IPA menurut Depdikbud (1993/1994:98-99) bertujuanagar siswa:

a.       Memahami konsep-konsep IPA dan kaitannya dengan kehidupansehari-sehari.

b.      Memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan,dan ide tentang alam di sekitarnya.

c.       Mempunyai minat untuk mengenal dan mempelajari benda-bendaserta peristiwa di lingkungan sekitar.

d.      Bersikap ingin tahu, tekun, terbuka, kritis, mawas diri,bertanggungjawab, bekerjasama dan mandiri.

e.       Mampu menerapkan berbagai macam konsep IPA untukmenjelaskan gejala-gejala alam dan memecahkan masalah dalamkehidupan sehari-hari.

f.       Mampu menggunakan teknologi sederhana yang berguna untukmemecahkan suatu masalah yang ditemukan dalam kehidupansehari-hari.

g.      Mengenal dan memupuk rasa cinta terhadap alam sekitar, sehinggamenyadari kebesaran dan keagungan Tuhan Yang Maha Esa.

Maksud dan tujuan tersebut adalah agar peserta didik  memiliki pengetahuantentang gejala alam dan berbagai jenis dan peran lingkungan alam darilingkungan buatan dengan melalui pengamatan agar peserta didik  tidak butadengan pengetahuan dasar mengenai IPA .

3.     Ruang Lingkup Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Ruang lingkup mata pelajaran IPAmeliputi dua aspek:(1) Kerja Ilmiah yang mencakup: penyelidikan/penelitian,berkomunikasi ilmiah, pengembangan kreativitas dan pemecahanmasalah, sikap dan nilai ilmiah.(2) pemahaman konsep dan penerapannya yang mencakup:

a.    Makhluk hidup dan proses kehidupannya yaitu manusia, hewan,tumbuhan dan interaksinya.

b.    Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat,gas.

c.    Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet,listrik, cahaya, dan pesawat sederhana.

d.   Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tatasurya danbenda-benda langit lainnya.

e.    IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat merupakanpenerapan konsep IPA dan saling keterkaitannya denganlingkungan, teknologi, dan masyarakat melalui pembuatan suatukarya teknologi sederhana termasuk merancang dan membuat.



B.  Rasional Metode Eksperimen

1.    Pengertian Metode Eksperimen

Didalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut metode mengajar (Roestiyah N.K, 1993:1)

Teknik penyajian pelajaran adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau instruktur. Pengertian lain ialah sebagai teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada peserta didik  didalam kelas, agar pelajaran tersebut dapat ditangkap, dipahami dan digunakan oleh peserta didik  dengan baik. Salah satu teknik penyajian pelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penyajian pelajaran eksperimen atau disebut juga dengan metode eksperimen. Dengan adanya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan maka segala sesuatu memerlukan eksperimentasi. Begitu juga dalam cara mengajar guru di kelas digunakan teknik eksperimen, yaitu salah satu cara mengajar dimana peserta didik melakukan suatu percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan di evaluasi oleh guru.

Metode eksperimen adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Metode eksperimen merupakan suatu metode mengajar yang menggunakan alat dan tempat tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga peserta didik  dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah.

Menurut Joseph Mbulu, 2001:58 Metode eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran dimana peserta didik  melakukan eksperimen (percobaan) dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar dengan metode eksperimen, peserta didik  diberi pengalaman untuk mengalami sendiri tentang suatu objek, menganalisis, membuktikan, dan menarik kesimpulan tentang suatu objek keadaan. Dengan demikian peserta didik  dituntut untuk mengalami sendiri, mencari suatu kebenaran, mencari suatu data baru yang diperlukannya, mengolah sendiri, membuktikan suatu dalil atau hukum dan menarik kesimpulan atas proses yang dialaminya itu.

Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar peserta didik  mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Melatih peserta didik untuk berpikir yang ilmiah (scientific thinking). Dengan eksperimen peserta didik  menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya.

Apabila seseorang mencoba sesuatu yang belum diketahui hasilnya maka ia melakukan suatu eksperimen. Kualitas hasil suatu produksi dapat diselidiki dengan melakukan suatu eksperimen. Guru dapat menugaskan peserta didik untuk melakukan eksperimen sederhana, baik didalam kelas maupun diluar kelas. Untuk memudahkan pemahaman konsep-konsep teoristis yang disajikan, guru hendaknya menugaskan peserta didik untuk melakukan eksperimen. Sebuah eksperimen dapat dilakukan peserta didik untuk menguji hipotesis suatu masalah dan kemudian menarik kesimpulan. Dengan menggunakan metode eksperimen murid diharapkan : (1) ikut aktif mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan belajar untuk dirinya. (2) peserta didik  belajar menguji hipotesis dan tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan, ia berlatih berpikir ilmiah dan (3) mengenal berbagai alat untuk melakukan eksperimen dan memiliki keterampilan menggunakan alat-alat tersebut.

Agar pelaksanaan eksperimen dapat berjalan lancar maka: (1) Guru hendaknya merumuskan tujuan eksperimen yanga akan dilaksanakan peserta didik (2) Guru bersama peserta didik  mempersiapkan perlengkapan yang dipergunakan (3) Perlu memperhitungkan tempat dan waktu (4) Guru menyediakan kertas kerja untuk pengarahan kegiatan peserta didik  (5) Guru membicarakan masalah yang akan yang akan dijadikan eksperimen (6) Membagi kertas kerja kepada murid (7) peserta didik  melaksanakan eksperimen dengan bimbingan guru, dan (8) Guru mengumpulkan hasil kerja murid dan mengevaluasinya, bila dianggap perlu didiskusikan secara klasikal.



2.    Tujuan Penggunaan Metode Eksperimen

Teknik eksperimen kerap kali digunakan karena guru memiliki tujuan agar peserta didik nya :

a.    Dengan eksperimen peserta didik  terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah. Sehingga tidak mudah percaya kepada sesuatu yang belum pasti kebenarannya dan tidak mudah percaya pula kata orang, sebelum ia membuktikan kebenarannya.

b.    Mereka lebih aktif berpikir dan berbuat, karena hal itulah yang sangat diharapkan dalam dunia pendidikan modern. Dimana peserta didik lebih banyak aktif belajar sendiri dengan bimbingan guru.

c.    Siswa dalam melaksanakan proses eksperimen disamping memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta keterampilan dalam menggunakan alat percobaan.



C.    Langkah-langkah Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA

Bila guru hendak menggunakan pembelajran dengan menggunakan metode eksperimen perlu memperhatikan prosedur sebagai berikut :

1.    Perlu dijelaskan kepada peserta didik  tentang tujuan eksperimen, mereka harus memahami masalah-masalah yang akan dibuktikan melalui eksperimen.

2.    Kepada peserta didik  perlu dijelaskan pula tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan digunakan dalam percobaan, agar tidak mengalami kegagalan peserta didik perlu mengetahui variabel yang harus dikontrol ketat, peserta didik  juga perlu memperhatikan urutan yang akan ditempuh sewaktu eksperimen berlangsung.

3.    Selama proses eksperimen berlangsung, guru harus mengawasi pekerjaan peserta didik. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen.

4.    Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian peserta didik, mendiskusikannya dikelas dan mengevalusi dengan tes atau sekedar tanya jawab.

Dalam menggunakan metode eksperimen, agar memperoleh hasil yang diharapkan, terdapat beberapa langkah yang diharapkan, terdapat beberapa langkah yang harus diperhatikan yaitu :

Persiapan Eksperimen

1.    Persiapan yang matang mutlak diperlukan, agar memperoleh hasil yang diharapkan, terdapat beberapa langkah yang harus diperhatikan yaitu :

2.    Menentapkan tujuan eksperimen

3.    Mempersiapkan berbagai alat atau bahan yang diperlukan

4.    Mempersiapkan tempat eksperimen

5.    Mempertimbangkan jumlah peserta didik dengan alat atau bahan yang ada serta daya tampung eksperimen

6.    Mempertimbangkan apakah dilaksanakan sekaligus (serentak seluruh peserta didik atau secara bergiliran)

7.    Perhatikan masalah keamanan dan kesehatan agar dapat memperkecil atau menghindari risiko yang merugikan dan berbahagia.

8.    Berikan penjelasan mengenai apa yang harus diperhatikan dan tahapa-tahapan yang harus dilakukan peserta didik, yang termasuk dilarang atau membahayakan.

Pelaksanaan Eksperimen

1.    Setelah semua persiapan kegiatan selanjutnya adalah sebagai berikut:

2.    Peserta didik  memulai percobaan, pada saat siswa melakukan percobaan, guru mendekati untuk mengamati proses percobaan dan memberikan dorongan dan bantuan terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi sehingga eksperimen tersebut dapat diselesaikan dan berhasil.

3.    Selama eksperimen berlangsung, guru hendaknya memperhatikan situasi secara keseluruhan sehingga apabila terjadi hal-hal yang menghambat dapat segera terselesaikan.

Tindak lanjut Eksperimen

1.    Setelah eksperimen dilakukan, kegiatan-kegiatan selanjutnya adalah sebagai berikut:

2.    Peserta didik  mengumpulkan laporan eksperimen untuk diperiksa guru.

3.    Mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan selama eksperimen, memeriksa dan menyimpan kembali segala bahan dan peralatan yang digunakan.





D.  Kekuatan dan Kelemahan Metode Eksperimen.

Kelebihan dari metode eksperimen adalah :

a.    Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.

b.    Memotivasi peserta didik untuk mengeksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.

c.    Dapat membina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan.

            Sedangkan kekurangan dari metode eksperimen adalah :

a.    Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.

b.    Memerlukan jangka waktu yang lama.

c.    Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu sains dan teknologi.



BAB III

KESIMPULAN



IPA tidak dapat diajarkan sebagai suatu materi pengetahuan, yang disampaikan dengan metode ceramah,melainkan melalui pembelajaran siswa aktif. Metode eksperimen merupakan pembelajaran siswa aktif, dimana peserta didik belajar dan berlatih untuk memiliki dan menguasai konsep-konsep dasar sains/ IPA secara tuntas (mastery learning).Tujuan pendidikan IPA di sekolah dasar hendaknya lebih menekankan kepada pemilikan kecakapan proses atau kecakapan generik dibandingkan dengan penguasaan konsep, karena kecakapan generik merupakan prasyarat yang harus dimiliki peserta didik, kecakapan generik yang dimiliki peserta didik sekolah dasar akan berfungsi menjadi alat bagi mereka untuk menggali konsep-konsep keilmuan yang diminatinya, pada jenjang pendidikan berikutnya

Metode eksperimen adah suatu cara menyajikan atau mempertunjukan secara langsung objeknya, atau caranya melakukan sesuatu atau mempertunjukan prosesnya. Dalam pelaksanaannya pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen, guru terlebih dahulu menerangkan materi kemudian melakukan atau menunjukan sesuatu proses yang dieksperimenkan. Pembelajran IPA dapat ditingkatkan melalui metode eksperimen dengan langkah langkah diantaranya mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, peserta didik  diberi penjelasan dan petunjuk-petunjuk seperlunya, dilakukan pengelompokan kemudian tiap kelompok melakukan percobaan yang telah direncanakan, bila hasilnya belum memuaskan dapat diulangi untuk membuktikan kebenarannya. Setiap kelompok dapat melaporkan hasil percobaannya secara tertulis.





DAFTAR PUSTAKA



Anonim. 1993. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: FIP IKIP Semarang.

Djazuli, Ahmad, et all. 1994. Penyelenggaraan Pendidikan di Sekolah DasarDep P dan K, Dirjen pendidikan dasar dan menengah, Jakarta: dinas Pdan K.

Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. 2002. Ringkasan Kegiatan BelajarMengajar.http://www.puskur.or.id/data/ringkasan_kbm.pdf. html 10/01/2011

Sudjana, N. 1987. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. SinarBaru Algensindo

Sumaji. et all.. 1998. Pendidikan Sains yang Humanistik. Yogyakarta:Kanisius.

Sunaryo, PVM. 2001. Penerapan Prinsip-prinsip Cara Belajar Siswa Aktif(CBSA) dalam Meningkatkan Keefektifan Proses Pembelajaran IPA diSD di Kodya Tegal dalam Jurnal Pendidikan Volume 2.1.http://202.159.18.43/jp/21 Sunaryo.html.10/01/2011

Saputro, Suprihatin, et all. 2000. Strategi Pembelajaran. DepdiknasUniversitas Negeri Malang FIP

Usman, Moh. Uzer. 2004. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. RemajaRosdakarya.

----------. 2002. Pengembangan Kurikulum Dan Sistem Pengujian BerbasisKompetensi. Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah.

-------------------------. 1997b. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan PraktekREVISI IV. Jakarta: Rineka Cipta.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar