SELAMAT DATANG

السلام عليكم

SELAMAT DATANG DI BLOG SD PURWAMEKAR

Di blog ini anda dapat membaca beberapa artikel tentang dunia pendidikan yang sudah tentu dapat membantu menambah wawasan anda selaku pendidik atau pengamat pendidikan

SELAMAT BERGABUNG DI BLOG KAMI

TERIMA KASIH

Mengenai Saya

Foto Saya
SUBANG, JAWA BARAT, Indonesia
Sekolah Dasar Negeri Purwamekar, Sekolah tersebut didirikan pada tahun 1975 diatas tanah seluas 2070 m2 terletak ditengah pemukiman penduduk Desa Tanjungrasa Kidul. pada saat ini kepala Sekolah SD Negeri Purwamekar adalah Bapak Abdul Rofik S.Pd.I Sekolah tersebut bernomor statistik sekolah 101021910021. Beralamatkan di Jalan Bakan Asem II Desa Tanjungrasa kidul RT 18/06 kecamatan Patokbeusi kabupaten Subang, dan SD ini berwilayah paling ujung dari kabupaten Subang dikarenakan beberapa meter berbatasan dengan kabupaten Karawang.

Selasa, 28 Februari 2012

MAKALAH : PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR



                                                             BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Manusia adalah mahluk sosial yang perlu berinteraksi butuh berkomunikasi dengan manusia lain. Interaksi  semakin penting pada saat manusia ingin menampilkan eksistensi diri agar keberadaan dirinya diantara manusia lainnya. Agar interaksi dapat berlangsung interaktif, tentunya membutuhkan alat, sarana atau media dan yang paling utama dibutuhkan adalah bahasa.
Manusia mampu berbahasa namun harus belajar bahasa. Semakin sering penggunaan bahasa tersebut, maka akan terus menerus berkesinambungan dapat menjadikan terampil bahasa, menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analisis dan imajinatif yang ada dalam dirinya antara bahasa-bahasa lain didunia informatika.
Pembelajaran adalah suatu proses kegiatan yang ditata dan diatur sedemikian rupa dengan didasarkan pada berbagai aspek. Baik itu aspek secara konsep hakikat pembelajaran ataupun ketentuan-ketentuan yuridis formal yang mengatur pelaksanaan pendidikan pada umumnya  dan pembelajaran secara lebih khusus.
Sebagai seorang guru atau calon guru, tentu sudah banyak membaca berbagai konsep atau pengertian  pembelajaran. Prinsip pembelajaran merupakan panduan dalam melaksanakan kegiatan belajar.
Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tertulis serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil kesastraan Indonesia.
Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa dan sikap positif terhadap bahas dan sastra Indonesia. Dan pembelajaran bahasa Indonesia ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional dan global.
Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar dilaksanakan secara integratif (terpadu). Bentuk keterpaduan tersebut dapat dapat dilakukan secara intra bidang atau antar bidang studi. Bentuk keterpaduan ini juga dapat dilakukan melalui pemanduan konsep dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Semua kegiatan ini diintegrasikan oleh tema-tema yang bermakna, yang ditentukan bersama-sama oleh guru dan siswa.
Pembelajaran bahasa Indonesia secara terpadu sepatutnya dilaksanakan di SD sesuai dengan cara anak memandang dan menghayati dunianya. Oleh karena itu, pembelajaran Indonesia ini diharapkan siswa dapat memahami rasional serta konsep-konsep yang terkait dengan pembelajaran bahasa Indonesia secara terpadu.
Maka prinsip-prinsip dalam pembelajaran bahasa Indonesia ini diharapkan agar peserta didik dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik lisan maupun tulisan, menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa Negara, memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan, dapat menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual serta kematangan  emosional dan sosial, menikmati dan memanpaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahsa dan menghargai juga membanggakan sastra Indonesia sebagai kazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Pelaksanaan proses pendidikan di Indonesia didasarkan pada landasan formal berupa Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sistem  Pendidikan Nasional. Berdasarkan lasadasan tersebut maka pelaksanaan pengajaran didasarkan pada kurikulum yang telah ditetapkan. Dalam UUD No 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional dikemukakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlakukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Budaya belajar inilah yang hendaknya merupakan bagian dari peserta didik atau lulusan lembaga pendidik sehingga mereka mampu belajar untuk mengetahui, belajar untuk belajar, belajar untuk mengerjakan sesuatu, belajar untuk memecahkan masalah, belajar untuk hidup bersama dan belajar untuk kemajuan kehidupan.
Untuk bisa melaksanakan pembelajaran bahasa indonesia guru perlu memahami prinsip-prinsip dan landasan pembelajaran bahasa indonesia untuk itu makalah ini diberi judul “ Prinsip-Prinsip Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar”.

B.  Rumusan Masalah
 Berdasarkan uraian latar belakang masalah, maka penulis membuat perumusan masalah sebagai berikut :
1.    Apa hakikat dari Pembelajaran Bahasa Indonesia ?
2.    Bagaimana Prinsip-prinsip pembelajaran Bahasa Indonesia ?
3.    Bagaimana dampak setelah memahami prinsip-prinsip Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi guru SD?

C.  Prosedur Pemecahan Masalah
 Masalah-masalah diatas akan dibahas secara rinci dengan mengacu kepada studi literatur buku-buku rujukan yang sesuai. Pembahasan masalah-masalah ini hanya bersifat teoritis yang berdasarkan pendapat-pendapat dari para ahli yang dirujuk dari beberapa buku sumber disertakan pula pendapat penulis yang merupakan kesimpulan dari pendapat para ahli tersebut.

D.  Sistematika Uraian
 Makalah ini terdiri dari tiga bab, diawali dengan bab pendahuluan dan diakhiri dengan bab kesimpulan. Secara rinci adalah sebagai berikut:
Bab I merupakan bab pendahuluan meliputi : a) latar belakang masalah, b) rumusan masalah, c) prosedur pemecahan masalah, d) sistematika uraian.
Bab II berisikan tentang tinjauan teoritis yang berisi tentang : a) hakikat pembelajaran bahasa Indonesia, b) prinsip- prinsip pembelajaran bahasa Indonesia, c) dampak memahami prinsip-prinsip pembelajaran bahasa Indonesia bagi guru SD, d) pembahasan
Bab III berisikan kesimpulan

  
BAB II
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
DI SEKOLAH DASAR

A.  Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia
Belajar merupakan kegiatan sehari-hari bagi siswa disekolah. Belajar merupakan masalah setiap orang, maka tidak mengherankan jika belajar merupakan istilah yang asing bagi kita.
Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang  (Nana Sudjana, 1989:5). Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar.
Peranan siswa dalam proses belajar mengajar ini adalah suatu proses yang dialami oleh siswa disekolah dalam mencari atau menambah pengetahuan. Belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai sikap.
Berdasarkan  kajian teori diatas dapat diambil kesimpulan bahwa belajar adalah suatu perubahan yang terjadi pada diri siswa yang sengaja dilakukan secara sengaja di sekolah, berdasarkan kondisi belajar yang tercipta dan adanya rangsangan-rangsangan dari tuntutan pelajaran serta adanya tuntutan perubahan dalam hal pengetahuan.
Maka pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsur-unsur manusiawi, materil, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran serta mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari dengan mengorganisasi lingkungan  untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik (Zaenal Aqib, 2002:41).
Unsur minimal dalam sistem pembelajaran adalah siswa, tujuan dan prosedur. Unsur dinamis pembelajaran pada diri guru terdiri dari motivasi membelajarkan siswa.
Proses belajar itu adalah kompleks sekali, tetapi dapat juga di analisa dan diperinci dalam bentuk prinsip-prinsip atau asas-asas belajar. Hal ini perlu kita miliki pedoman dan teknik belajar yang baik diantaranya :
1.    Pembelajaran harus bertujuan dan terarah. Tujuan akan menuntutnya dalam belajar untuk mencapai cita-citanya.
2.    Pembelajaran memerlukan bimbingan baik dari guru maupun buku pelajaran itu sendiri
3.    Pembelajaran memerlukan pemahaman atas hal-hal yang dipelajari sehingga diperoleh pengertian-pengertian.
4.    Pembelajaran memerlukan latihan dan ulangan agar apa-apa yang telah dipelajari dapat dikuasainya.
5.    Pembelajaran adalah suatu  proses aktif dimana terjadi saling pengaruh secara dinamis antara murid dengan lingkungannya.
6.    Pembelajaran harus disertai keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan.
7.    Pembelajaran dikatakan berhasil apabila telah sanggup menerapkan ke dalam bidang praktek sehari-hari.
Pada umumnya masyarakat mengetahui bahwa fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Bahasa merupakan sarana untuk berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, serta untuk meningkatkan pengetahuan intelektual dan kesusastraan merupakan salah satu sarana untuk menuju pemahaman tersebut. Dengan tujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa dan sikap positif terhadap bahasa Indonesia serta menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.
Bahasa itu sendiri memiliki arti sistem lambang bunyi yang arbiter yang dipergunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri (Chaer, 1994:32). Dengan kata lain bahasa itu adalah sistem lambang bunyi yang arbiter, yang dipergunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasi diri.
Kata pembelajaran itu sendiri merupakan perkembangan dari istilah belajar-mengajar dengan disertai perkembangan cara pandang terhadap makna atau paradigma yang terkandung di dalamnya.
Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar dilaksanakan secara terpadu. Bentuk keterpaduan tersebut dapat dilakukan antar bidang studi. Pembelajaran bahasa Indonesia secara terpadu seyogyanya dilaksanakan sesuai dengan cara anak memandang dan menghayati dunianya.
Fungsi pembelajaran bahasa Indonesia adalah sebagai sarana pembinaan kesatuan dan persatuan bangsa, peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, sarana penyebarluasan pemakaian bahsa Indonesia yang baik untuk keperluan menyangkut berbagai masalah, sebagai sarana pengembangan penalaran dan sbagai sarana pemahaman beragam budaya Indonesia melalui khazanah Kesusasteraan Indonesia.

B.  Prinsip- prinsip Pembelajaran Bahasa Indonesia
Tujuan pembelajaran pada dasarnya adalah rumusan kualifikasi kemampuan yang harus dicapai oleh siswa setelah melakukan proses pembelajaran. Sasaran dari tujuan pembelajaran meliputi bidang kognitif, afektif dan psikomotor. Secara khirarkis tujuan dapat di urutkan dari mulai yang bersifat umum atau jangka panjang sampai pada tingkat tujuan jangka panjang sampai dengan yang spesifik.
Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri dari unsur dan tujuan, bahan pelajaran, strategi, alat, siswa dan guru. Semua unsur atau komponen tersebut saling berkaitan, saling mempengaruhi, dan semuanya berfungsi dengan berorientasi kepada tujuan. Pembelajaran bahasa Indonesia yang di tata dan di atur sedemikian rupa dengan di dasarkan pada berbagai aspek yang menyangkut aspek konsep pembelajaran bahasa Indonesia.
Pembelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan dengan mengacu pada wawasan pembelajaran yang dilandasi prinsip Humanisme, Progresivme dan rekonstruksionisme.
1. Prinsip Humanisme berisi wawasan sebagai berikut:
a.    Manusia secara fitrah memiliki bekal yang sama dalam upaya memahami sesuatu. Karena guru bukan merupakan satu-satunya sumber informasi, siswa disikapi sebagai subjek belajar yang secara kreatif mampu menemukan pemahaman sendiri dan dalam proses belajar mengajar guru lebih banyak bertindak sebagai model, teman pendamping, pemotivasi dan fasilitator.
b.    Perilaku manusia dilandasi motif dan minat tertentu. Isi pembelajaran harus memiliki kegunaan bagi siswa didik secara aktual, dalam kegiatan belajarnya siswa harus menyadari manfaat penguasaan isi pembelajaran bagi kehidupannya, dan isi pembelajaran harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan, pengalaman dan pengetahuan peserta didik.
c.    Manusia selain memiliki kesamaan juga memiliki kekhasan. Dengan maksud bahwa layanan pembelajaran selain bersifat klasikal dan kelompok juga bersifat individual. Selain ada yang dapat menguasai materi pembelajaran secara cepat juga ada yang menguasai isi pembelajaran secara lambat dan siswa didik harus disikapi dengan subyek yang unik, baik menyangkut proses merasa, berfikir dan karakteristik individual secara hasil bentukan lingkungan keluarga, teman bermain maupun lingkungan kehidupan sosial masyarakatnya.


2. Prinsip progresivme beranggapan bahwa:
a.    Penguasaan pengetahuan dan keterampilan tidak bersifat mekanistis tetapi memerlukan daya kreatifitas. Pemerolehan pengetahuan dan keterampilan melalui kreativitas ini berkembang secara berkesinambungan.
b.    Dalam proses belajarnya, siswa seringkali dihadapkan pada masalah yang memerlukan pemecahan secara baru. Dalam memecahkan masalah tersebut siswa perlu menyaring dan menyusun ulang pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya secara coba-coba atau hipotesis. Dalam hal ini terjadi cara berfikir yang terkait dengan suatu pengetahuan dengan pengalaman atau pengetahuan lain melalui proses berpikir untuk menghasilkan sesuatu. Terdapatnya kesalahan dalam proses memecahkan masalah maupun pada hasil yang dibuahkan sebagai bagian dari kegiatan belajar merupakan sesuatu yang wajar.
3.      Prinsip konstruksionisme beranggapan bahwa:
Proses belajar disikapi sebagai kretivitas dalam menata serta menghubungkan pengalaman dan pengetahuan hingga membentuk suatu keutuhan. Dalam tindak kreatif tersebut murid pada dasarnya merupakan subyek pemberi makna. Kesalahan sebagai bagian dari kegiatan belajar justru dapat membuahkan pengalaman dan pengetahuan baru. Sebab dalam proses pembelajaran, guru sebaiknya tidak menggurui melainkan secara adaptif berusaha memahami jalan fikiran anak didik untuk kemudian menampilkan sejumlah kemungkinan. Karena itu, guru juga perlu belajar mengembangkan kreatifitas sejalan dengan kekhasan subyek didik, peristiwa belajar, konteks pembelajaran maupun terdapatnya berbagai bentuk perkembangan.
Dalam mengembangkan materi atau bahan ajar, juga harus mempertimbangkan beberapa prinsip seperti sahih, tingkat kepentingan, kebermanfaatan, layak dipelajari, menarik minat. Bahan yang dipelajari siswapun harus memperhatikan ruang lingkup, tata urutan, keberlanjutan dan keterpaduan.
Agar kegiatan belajar terjadi secara efektif perlu diperhatikan beberapa prinsip diantaranya :
1.    Motivasi, yaitu dorongan untuk melakukan kegiatan belajar, baik motivasi intrinsik maupun  motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik dinilai lebih baik sebab berkaitan langsung dengan tujuan pembelajaran itu sendiri.
2.    Perhatian atau pemusatan energi psikis terhadap pelajaran erat kaitannya dengan motivasi. Untuk memusatkan perhatian siswa terhadap pelajaran bisa didasarkan terhadap diri siswa itu sendiri dan terhadap situasi pembelajarannya.
3.    Aktivitas belajar itu sendiri adalah aktivitas. Bila pikiran dan perasaan siswa tidak terlibat aktif dalam situasi pembelajaran pada hakikatnya siswa tersebut tidak belajar. Penggunaan metode dan media yang bervariasi dapat merangsang siswa labih aktif belajar.
4.    Umpan balik didalam belajar sangat penting, supata siswa segera mengetahui benar tidaknya pekerjaan yang ia lakukan. Umpan balik dari guru, sebaiknya yang mampu menyadarkan siswa terhadap kesalahan mereka dan meningkatkan pemahaman siswa akan pelajaran tersebut.
5.    Perbedaan individual adalah individu tersendiri yang memiliki perbedaan dari yang lain. Guru hendaknya mampu memperhatikan dan melayani siswa sesuai dengan hakikat mereka masing-masing.
Pemberian motivasi,  pemusatan perhatian,  pemilihan metode dan media, pemberian umpan balik dan memahami perbedaan individual merupakan hal yang penting untuk memulai dalam suatu proses pembelajaran hendaknya guru memegang prinsip ini untuk menjadi acuan agar dalam tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, guru dapat mengolah proses pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik yang ada dalam proses pembelajaran tersebut dapat merasa kebutuhannya akan ilmu yang disajikan oleh guru. Dalam kegiatan pembelajaran  terdapat prinsip-prinsip kegiatan belajar mengajar diantaranya adalah :
1.    Pembelajaran berpusat pada anak sebagai pembangun pengetahuan
2.    Keseimbangan estetika, logika, etika dan kinestetika
3.    Melakukan sesuatu yang nyata untuk pengembangan keterampilan hidup
4.    Mengembangkan kemampuan sosial dan emosional siswa
5.    Mengembangkan keingintahuan, imajinasi dan fitrah Ber-Tuhan
6.    Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah
7.    Mengembangkan kreatifitas siswa
8.    Mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu, tekhnologi informasi dan komunikasi
9.    Menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara yang baik
10.    Belajar sepanjang hayat
11.    Perpaduan kompetisi, kerjasama dan setia kawan
           
C.  Dampak Memahami Prinsip-prinsip Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Guru SD
Dampak bagi guru jika telah memahami prinsip-prinsip pembelajaran bahasa Indonesia adalah: a) guru menempati kedudukan sentral dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia, b) guru lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan berbahasa. c) guru dapat lebih mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu, tekhnologi informasi dan komunikasi. d) guru dapat menumbuh kembangkan kesadaran bagi warga Negara yang baik. e)guru merasa harus belajar sepanjang hayat. f) guru dapat melakukan kompetisi, kerjasama dan solideritas dengan cara sehat.
Langkah awal yang harus dilakukan guru dalam melakukan perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia di SD. Tema ditetapkan berdasarkan tujuan dalam program pembelajaran yang ingin dicapai. Tema yang dipilih mengarah pada upaya meningkatkan atau mengembangkan kemampuan berbahasa siswa melalui kegiatan pembelajarannya. Selain itu guru dapat merumuskan tujuan pembelajaran khusus. Berdasarkan tema terpilih dan kompetensi dasar yang harus dikembangkannya, kemudian dijabarkan menjadi beberapa tujuan pembelajaran khusus yang diharapkan dapat dicapai siswa selama dan setelah pembelajaran berlangsung. Dan juga dapat merumuskan bahan ajar dan langkah-langkah pembelajaran. Menetapkan bahan ajar menetapkan langkah-langkah pembelajarannya. Bahan ajar yang dipilih adalah yang menunjang tema dan berhubungan dengan strategi pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih mencerminkan hakekat dan fungsi bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.

D.  Pembahasan
Dengan memahami prinsip-prinsip pembelajaran bahasa Indonesia untuk anak sekolah dasar diharapkan siswa lebih menghargai dan mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara,  memahami dari segi bentuk makna, fungsi serta menggunakan dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan, keperluan dan keadaan. Siswa pun dapat menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional dan kematangan sosial, memiliki disiplin dan berfikir dan berbahasa serta mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan sastra Indonesia sebagai khasanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Motivasi dalam belajar merupakan hal yang perlu mendapat perhatian karena motivasi merupakan faktor yang berarti dalam pencapaian prestasi belajar. Dua pembangkit motivasi belajar yang efektif adalah keingintahuan dan keyakinan akan kemampuan diri. Setiap siswa memiliki rasa ingin tahu. Guru perlu menyalurkannya dengan cara, mengajukan pertanyaan diluar kebiasaan.
Keyakinan akan kemampuan diri dapat ditumbuhkan dengan cara memberikan tugas yang dapat diselesaikan siswa. Prinsip selanjutnya adalah pengetahuan dan keterampilan prasyarat.  Siswa dapat belajar dengan baik apabila telah menguasai pengetahua, keterampilan, maupun sikap. Oleh karena itu, siswa akan menggunakan pengetahuannya untuk menafsirkan informasi dan pengalamannya. Dengan demikian, guru perlu memahami pengetahuan awal siswa untuk dikaitkan dengan bahan ajar yang akan dipelajarinya sehingga dapat membuat lebih mandiri, mudah dan bermakna.
Keyakinan akan kemampuan diri siswa dapat ditumbuhkan dengan cara memberikan tugas yang dapat diselesaikan siswa.  Siswa dapat belajar dengan baik apabila telah menguasai pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Oleh karena itu, siswa akan menggunakan pengetahuannya untuk menafsirkan informasi dan pengalamannya. Dengan demikian, guru perlu memahami pengetahuan awal siswa untuk dikaitkan dengan bahan ajar yang akan dipelajarinya sehingga dapat membuat lebih mandiri, mudah dan bermakna.
Sehubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Indonesia, maka guru sepatutnya memiliki tiga kompetensi berikut ini:
1.    kompetensi kognitif, yakni kemampuan intelektual sebagai penguasaan mata pelajaran, pengetahuan mengenai cara mengajar, pengetahuan mengenai belajar dan tingkah laku individu, pengetahuan tentang bimbingan penyuluhan, pengetahuan administrasi kelas, pengetahuan tentang cara menilai hasil belajar siswa dan pengetahuan umum lainnya.
2.    Kompetensi sikap, yakni kesiapan dan kesediaan guru tehadap barbagai hal yang berkenaan dengan tugas dan profesinya. Sikap menghargai pekerjaannya, mencintai dan menyenangi mata pelajaran bahasa Indonesia yang dibinanya, sikap toleransi terhadap teman seprofesinya dan memiliki kemauan keras untuk meningkatkan kualitas hasil kerjanya.
3.    Kompetensi performansi, yakni kemampuan guru dalam berbagai keterampilan berperilaku seperti keterampilan mengajar, membimbing, menilai, membuat dan menggunakan alat bantu pengajaran, bergaul dan berkomunikasi dengan siswa, ketermpilan  menumbuhkan semangat belajar siswa, keterampilan menyusun silabus pembelajaran dan lain-lain.
Dari ketiga kompetensi di atas merupakan hal yang pokok dan wajib dimiliki sebagai seorang guru sehingga prinsip prinsip pembelajaran yang telah dipaparkan di atas dapat terwujud sehingga dalam berjalannya suatu proses pembelajaran seorang guru telah siap menghadapi berbagai masalah yang muncul dengan pemecahan masalah yang tepat. Diharapkan dengan mengenal prinsip-prinsip pembelajaran bahasa Indonesia ini para guru dapat memotivasi dirinya agar lebih bereksplorasi diri, berinovasi serta lebih kreatif dan menjadikan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.



BAB III
KESIMPULAN

Pada bagian ini dikemukakan kesimpulan dari hal-hal yang berkaitan dengan uraian pembahasan, yaitu:
1.    Hakikat dari pembelajaran bahasa Indonesia yaitu belajar berkomunikasi yang mempunyai fungsi yang esensial sebagai sarana pembinaan kesatuan dan persatuan bangsa, peningkatan penguasaan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan.
2.    Pembelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan dengan mengacu pada wawasan pembelajaran yang dilandasi prinsip Humanisme, Progresivme dan konstruksionisme. Prinsip dalam pembelajaran bahasa Indonesia merupakan dasar bagi guru dalam menyusun suatu pembelajaran yang dapat mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri dengan cara  diantaranya adalah pemberian motivasi yaitu dorongan untuk melakukan kegiatan belajar, baik motivasi intrinsik maupun  motivasi ekstrinsik. Setelah itu pemberian perhatian atau pemusatan energi psikis terhadap pelajaran erat kaitannya dengan motivasi. Untuk memusatkan perhatian siswa terhadap pelajaran bisa didasarkan terhadap diri siswa itu sendiri dan terhadap situasi pembelajarannya. Selanjutnya pemilihan penggunaan metode dan media harus tepat dan bervariasi sehingga dapat merangsang siswa belajar lebih aktif. Selanjutnya Adanya Umpan balik di dalam belajar sangat penting, agar siswa segera mengetahui benar tidaknya pekerjaan yang ia lakukan. Selain itu juga guru hendaknya mengetahui perbedaan individual yang memiliki perbedaan dari yang lain.
3.     Setelah memahami prinsip-prinsip pembelajaran bahasa Indonesia akan menimbulkan dampak bagi guru diantaranya yaitu  guru akan menempati kedudukan sentral dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia, selain itu  guru akan  lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan berbahasa dan guru dapat lebih mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu, tekhnologi informasi dan komunikasi  serta menumbuh kembangkan konsep belajar sepanjang hayat sehingga tercipta seorang guru yang berkompeten di bidangnya.


DAFTAR PUSTAKA

Aqib, Zainal (2002) Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Surabaya: Cendekia.
Chaer, Abdul. 1994. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. Depdiknas. (2004).
Masitoh. (2004). Perencanaan Pembelajaran dalam Strategi Pembelajaran SD (Modul). Jakarta: Universitas Terbuka.
Ngalim Purwanto, (1998). Psikologi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya
Slameto, (1995). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta
Solchan, T. W., A. Rofiuddin., Budiasih. (1997/1998). Keterampilan Dasar Mengajar Bahasa Indonesia dalam Interaksi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia (Modul). Jakarta: Universitas Terbuka.
Sudjana (2005) Dasar Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung : Sinar Baru Algesindo
Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: BP. Panca Usaha
Wardani, I. G. A. K.. (2002). Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Sistem Pembelajaran Bahasa Indonesia (Modul). Jakarta: Universitas Terbuka.
________(2007) Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, Jakarta, : Balai Pusataka

DIAN WAHYUDIN, S.Pd

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar