SELAMAT DATANG

السلام عليكم

SELAMAT DATANG DI BLOG SD PURWAMEKAR

Di blog ini anda dapat membaca beberapa artikel tentang dunia pendidikan yang sudah tentu dapat membantu menambah wawasan anda selaku pendidik atau pengamat pendidikan

SELAMAT BERGABUNG DI BLOG KAMI

TERIMA KASIH

Mengenai Saya

Foto Saya
SUBANG, JAWA BARAT, Indonesia
Sekolah Dasar Negeri Purwamekar, Sekolah tersebut didirikan pada tahun 1975 diatas tanah seluas 2070 m2 terletak ditengah pemukiman penduduk Desa Tanjungrasa Kidul. pada saat ini kepala Sekolah SD Negeri Purwamekar adalah Bapak Abdul Rofik S.Pd.I Sekolah tersebut bernomor statistik sekolah 101021910021. Beralamatkan di Jalan Bakan Asem II Desa Tanjungrasa kidul RT 18/06 kecamatan Patokbeusi kabupaten Subang, dan SD ini berwilayah paling ujung dari kabupaten Subang dikarenakan beberapa meter berbatasan dengan kabupaten Karawang.

Selasa, 28 Februari 2012

MAKALAH : PENGGUNAAN METODE TANYA JAWAB DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah (Undang-undang Nomor 20 tahun 2003, pasal 17).Sekolah dasar merupakan salah satu bentuk pendidikan dasar yang memberikan landasan bagi pendidikan selanjutnya dengan sebaik-baiknya.Sekolah dasar merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang memegang peranan penting dan fundamental dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional.Berbagai potensi yang dimiliki anak dikembangkan sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan pada jenjang berikutnya.
Belajar merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat disengaja dan disadari dalam memperoleh suatu isu. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang disebabkan individu mengadakan respons terhadap lingkungan. Orang yang sudah belajar akan nampak perubahan tingkah lakunya.
Lebih ditegaskan lagi pada pasal 3 Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003, diungkapkan bahwa tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan dimaksud, pada intinya adalah pembentukan pribadi yang utuh (Burhanuddin; 2007:82).
Proses pembelajaran IPS berarti proses membelajarkan segala aspek fenomena, perkembangan dan permasalahan kehidupan sosial manusia di masyarakat. Dalam pelaksanaannya haruslah diciptakan kondisi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan bagi peserta didik sehingga dapat mengembangkan pola pikir peserta didik.
Faktor yang penting dalam pembelajaran IPS seyogianya sesuai dengan aspek minat, bakat dan latar belakang peserta didik. Seperti halnya menemukan teknik perencanaan dan pelaksanaan proses belajar mengajar.Salah satu faktor dalam pembelajaran IPS adalah menemukan konsep-konsep yang cocok untuk dilatihkan pada anak seperti termuat dalam standar kompetensi lintas kurikulum yang meliputi memilih, memadukan dan menerapkan konsep-konsep, pola struktur dan hubungan (Kurikulum; 2004:15).
Tujuan pembelajaran IPS dapat berhasil dengan optimal apabila nilai profesionalisme guru dalam mata pelajaran IPS cukup memadai. Setiap guru harus memberi fasilitas dan pengondisian peserta didik yang sesuai dengan tujuan dari pembelajaran. Setiap guru seyogianya menguasai berbagai bahan ajar dan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Sebab guru di sekolah dasar merupakan guru kelas, dalam arti setiap mata pelajaran yang diberikan di sekolah dasar dikuasai oleh guru.
Meningkatnya hasil belajar merupakan salah satu indikator pencapaian tujuan pendidikan yang mana hal itu tidak terlepas dari motivasi peserta didikmaupun kreativitas guru dalam menyajikan suatu  materi pelajaran melalui berbagai metode untuk dapat mencapai tujuan pengajaran secara maksimal. Dalam interaksi belajar mengajar, metode mengajar di pandang sebagai salah satu unsur penting dalam rangka  mencapai tujuan pengajaran. Metode pengajaran merupakan alat untuk mencapai tujuan pengajaran yang ingin dicapai sehingga semakin baik penggunaan metode pengajaran semakin berhasil pencapaian tujuan.Hal ini berarti bahwa guru harus memilih metode yang tepat dan yang sesuai dengan bahan pengajaran agar tujuan pengajaran dapat tercapai.
Penulis masih merasakan rendahnya tingkat pemahaman  peserta didik terhadap materi IPS . Hal ini diakibatkan oleh  peserta didik sendiri yang bermalas-malasan karena kurang  tertarik terhadap pengajaran yang disampaikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk langkah selanjutnya dalam mengoptimalkan pembelajaran yang ada.Peserta didik mempunyai motivasi dan perhatian yang rendah selama pembelajaran berlangsung. Hal ini tampak dari sedikitnya jumlah  peserta didik yang aktif bertanya mengenai materi yang relevan yang diajarkan oleh guru. Pada umumnya  peserta didik hanya memfungsikan indera penglihatan dan pendengaran saja sehingga untuk memahami konsep – konsep yang abstrak  peserta didik mengalami kesulitan. Selain itu, dalam penyampaian suatu konsep, guru belum sepenuhnya menggunakan strategi pembelajaran yang tepat. Metode yang selalu digunakan oleh guru pada proses belajar mengajar umumnya memakai metode ceramah.
Secara empiris, metode ceramah yang digunakan dalam pembelajaran ternyata tidak efektif karena membuat  peserta didik menjadi pasif, sehingga pembelajaran tampak monoton dan kurang melibatkan  peserta didik secara aktif. Dalam proses belajar mengajar  IPSpeserta didik menjadi pendengar, sementara guru hanya menerangkan materi pelajaran dengan mengandalkan satu metode tanpa variasi dengan metode lainnya. Akibat dari proses pembelajaran yang demikian, peserta didik cepat merasa jenuh, kurang menunjukkan antusias belajar, meremehkan, main- main, ngobrol sendiri, membuat corat- coret di buku yang tidak bermakna, dan sebagainya.
Menurut Hamalik (2000:1) keadaan ini mengakibatkan hasil belajar siswa belum mencapai taraf maksimal.  Adanya sikap  peserta didik yang pasif di dalam proses pembelajaran disebabkan metode yang digunakan guru adalah ceramah dan sikap guru yang masih kurang memperhatikan aktivitas  peserta didik, karena itu perlu adanya  upaya guru untuk meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan metode tanya jawab. 

Metode tanya jawab merupakan salah satu  cara penyajian pelajaran dalam proses pembelajaran melalui interaksi dua arah dari guru ke peserta didik atau dari peserta didik kepada guru, agar diperoleh jawaban kepastian materi melalui jawaban lisan guru atau peserta didik. Berdasarkan pemikiran diatas Penulis memilih  judul “Penggunaan Metode Tanya Jawab dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar”.
B.       Rumusan Masalah
Berangkat dari uraian di atas, rumusan masalah yang diangkat dalam kajian makalah ini adalahsebagai berikut :
1.    Bagaimana rasional  metode tanya jawab ?
2.    Bagaimana langkah-langkah penggunaan metode tanya jawab?
3.    Bagaimana penerapan metode tanya jawab?
                      
C.      Prosedur Pemecahan Masalah
Masalah-masalah diatas akan dibahas secara rinci dengan mengacu kepada studi literatur buku-buku rujukan yang sesuai. Pembahasan masalah-masalah ini hanya bersifat teoritis yang berdasarkan pendapat-pendapat dari para ahli yang dirujuk dari beberapa buku sumber disertakan pula pendapat penulis yang merupakan kesimpulan dari pendapat para ahli tersebut.

D.      Sistematika Penulisan
Makalah  ini terdiri dari tiga bab, diawali dengan bab pendahuluan dan diakhiri dengan bab kesimpulan. Dengan rincian sebagai berikut:
Bab I merupakan bab pendahuluan meliputi : a) latar belakang masalah, b) rumusan masalah, c) prosedur pemecahan masalah, d) sistematika uraian.
Bab II berisikan tentang tinjauan teoritis yang berisi tentang : a) rasional metode tanya jawab b) langkah-langkah penggunaan metode tanya jawab, c) penerapan metode tanya jawab.
Bab III berisikan kesimpulan.








BAB II
PENGGUNAAN METODE TANYA JAWAB DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR

A.    Rasional Metode Tanya Jawab
1.      Pengertian Metode Tanya Jawab
Metode adalah cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan (Suryosubroto; 1995:149). Menurut Rusyan (1996:3), metode merupakan suatu tata cara untuk melakukan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, maka dengan demikian metode pembelajaran adalah suatu tata cara yang berhubungan erat dengan pelaksanaan proses pembelajaran. Metode adalah cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan (Suprayekti; 2003:13).
Dari beberapa pengertian tersebut, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu cara yang digunakan guru dalam interaksi dengan peserta didik pada saat proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.Metode pembelajaran yang digunakan membawa pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap pencapaian hasil yang diharapkan, baik berupa perubahan pengetahuan, perilaku dan keterampilan. Oleh karena itu, metode pembelajaran memegang peranan penting dan merupakan satu kunci keberhasilan proses belajar mengajar yang diselenggarakan.Kualitas belajar peserta didik dapat dicapai dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif, karena metode pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mendukung terhadap keberhasilan belajar di samping faktor-faktor lainnya, seperti bahan pelajaran, kondisi belajar dan lain sebagainya.
Metode tanya jawab adalah suatu carapenyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa tetapi dapat pula dari siswa kepada guru (Sudirman; 1992:199).
Metode tanya jawab dapat pula diartikan sebagai suatu cara untuk menyampaikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh siswa (Depdikbud; 1994/1995:5).
Menurut Rusyan (1996:7), metode tanya jawab merupakan salah satu cara panyampaian pelajaran kepada siswa dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa apabila ada pertanyaan dari guru atau sebaliknya.
Moedjiono dan Dimyati (1991/1992:41) mengungkapkan bahwa metode tanya jawab dapat pula diartikan sebagai format interaksi antara guru-siswa melalui kegiatan bertanya yang dilakukan oleh guru untuk mendapatkan respons lisan dari siswa, sehingga dapat menumbuhkan pengetahuan guru pada diri siswa.
Dari beberapa pernyataan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa metode tanya jawab adalah cara penyajian bahan pelajaran dalam proses pembelajaran yang berbentuk pertanyaan yang harus dijawab, sehingga terjadi interaksi dua arah antara guru danpeserta didikuntuk memperoleh pengalaman guru pada peserta didik.
Penggunaan metode tanya jawab dimaksudkan agar peserta didik lebih termotivasi untuk belajar selama proses pembelajaran, sehingga baik guru atau peserta didik sama-sama aktif dalam proses pembelajaran.
2.      Tujuan Penggunaan Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab dalam suatu proses pembelajaran bertujuan untuk: 
a.      Membimbing usaha para siswa untuk memperoleh suatu keterampilan kognitif maupun sosial.
b.      Memberikan rasa aman pada siswa, melalui pertanyaan kepada seorang siswa yang dapat dipastikan bisa menjawab pertanyaan.
c.      Mendorong siswa untuk melakukan penemuan dalam rangka memperjelas masalah.
d.     Membimbing dan mengarahkan jalannya diskusi.
Kegunaan metode tanya jawab dalam proses pembelajaran adalah diantaranya membangkitkan atau menimbulkan keingintahuan peserta didik terhadap isi, sehingga mendorong minat  peserta didik yang berpartisipasi dalam proses pembelajaran.Membangkitkan, mendorong, menuntun dan atau membimbing pemikiran yang sistematis, kreatif dan kritis pada diri  peserta didik Meningkatkan keterlibatan mental  peserta didik dengan menjawab pertanyaan, dalam proses pembelajaran sehingga dapat terwujud cara belajar aktif  peserta didik Memberikan kesempatan kepada  peserta didik untuk mengekspresikan diri, sehingga dapat memupuk dan mengembangkan kemampuan untuk menyatukan pendapat dengan tepat. Memberikan kesempatan kepada para  peserta didik menggunakan pengetahuan sebelumnya untuk belajar sesuatu yang baru.

3.      Manfaat dari Penggunaan Metode Tanya Jawab
Banyak manfaat penggunaan metode tanya jawab dapat dilihat pada  kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh metode ini. Menurut Sudirman (1992:119), metode tanya jawab memiliki kelebihan yakni:
(1) Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa; (2) Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikir termasuk daya ingat; (3) Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat; (4) Dapat mengetahui kemampuan berpikir siswa dan keistimewaannya dalam mengemukakan pokok-pokok pikiran dalam jawaban; (5)  Dapat mengetahui sampai sejauh mana penguasaan siswa terhadap apa yang telah dan sedang dipelajari; (6) Metode ini dapat dijadikan sebagai pendorong dan pembuka jalan bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut (dalam rangka belajar) kepada berbagai sumber belajar, seperti buku, majalah, surat kabar, dan sebagainya.
           
Pertanyaan dapat memusatkan perhatian peserta didik, hal ini merupakan yang sangat diharapkan oleh semua guru ketika pembelajaran berlangsung, perhatian akan terpusat dari peserta didik kepada guru sehingga penyampaian suatu konsep/ bahan ajar yang kita sampaikan akan ditangkap baik oleh peserta didik.Dalam menerapkan metode tanya jawab pada pembelajaran IPS harus disertai ketarampilan bertanya dasar. Tentu disesuaikan dengan pokok bahasan dan karakteristik peserta didik.
Merangsang peserta didik untuk melatih dan mengembangkan daya pikir termasuk daya ingat, ketika metode ini diterapkan maka pengaruh pada awal penerapannya mungkin peserta didik akan merasa sedikit tidak nyaman dikarenakan kemungkinan besar peserta didik terbiasa tidak berkonsentrasi dalam pembelajaran, dengan metode tanya jawab ini guru memberikan stimulus kepada peserta didik untuk melatih dan mengembangkan daya pikir serta daya ingat.Tidak hanya mengembangkan daya pikir juga dapat melatih keberanian peserta didik dalam menyampaikan jawaban, apalagi peserta didik sering mendapat pertanyaan dari guru rasa canggung akan semakin hilang sehingga peserta didik akan lebih bebas dalam mengekspresikan jawabannya. Selain itu guru dapat mendapatkan informasi mana peserta didik yang telah memahami materi yang disampaikan melalui penggunaan metode tanya jawab, dan mengetahui kemampuan berpikir peserta didik dan keistimewaannya dalam mengemukakan pokok-pokok pikiran dalam jawaban.Metode tanya jawab  dapat dijadikan sebagai pendorong dan pembuka jalan bagi peserta didik untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut yaitu mempesiapkan dirinya untuk lebih siap menjawab suatu konsep dengan membaca berbagai sumber belajar, seperti buku, majalah, surat kabar, dan sebagainya
4.       Hakikat IPS
Pendidikan IPS bukanlah bidang studi yang berdiri sendiri, melainkan merupakan perpaduan dari berbagai bidang keilmuan serta mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia.Berkenaan dengan hal itu, pendidikan IPS merupakan pengajaran yang mempelajari, menelaah, dan mengkaji kehidupan nyata di masyarakat.
Istilah IPS di sekolah dasar sebagai mata pelajaran, dikemas secara terpadu dari bahan kajian sejarah, geografi, ekonomi, politik, sosiologi, antropologi, psikologi, dan ekologi.Jadi, jika dilihat dari perspektif pendidikan, materi kajian IPS di sekolah merupakan pengetahuan yang berasal dari disiplin ilmu-ilmu sosial yang ditransformasikan kepada siswa di sekolah dasar dengan tujuan tertentu.
Menurut Djahiri (1994:54), pendidikan IPS adalah salah satu program pendidikan yang menyiapkan peserta didik sebagai warga negara yang baik dan masyarakat yang diharapkan mampu mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat. Sehingga siswa mempunyai bekal pengetahuan dan keterampilan dalam melakoni kehidupan di masyarakat.

a.    Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial
Pada hakikatnya IPS merupakan mata pelajaran yang menjadi bahan dan alat untuk mempelajari, menelaah dan merefleksikan hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang hidup di tengah-tengah kelompoknya, baik masyarakat lokal, regional maupun global dalam dimensi ruang dan waktu. Dengan demikian IPS merupakan mata pelajaran yang membekali peserta didik untuk menjalani kehidupan dengan mencermati dan memaknai fenomena-fenomena yang terjadi di sekitarnya dan mengembangkan sikap, moral dan nilai bangsa, dan proses menuju kedewasaan.
b.   Tujuan dan Fungsi Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar
Seperti halnya pengertian IPS, fungsi dan tujuan IPS juga selalu berubah-ubah sejalan dengan perkembangan pengetahuan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.Fungsi menunjukkan manfaat pengembangan substansi cakupannya, sedangkan tujuan sebagai arah yang ingin dicapai melalui pengembangannya. Depdiknas (2004:2) menyatakan:
IPS di SD dan MI berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan, fakta, nilai, sikap dan keterampilan siswa tentang masayarakat, bangsa dan negara Indonesia.
IPS bertujuan:
1.    Mengajarkan konsep-konsep dasar sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah, dan kewarganegaraan, melalui pendekatan pedagogis dan psikologis.
2.    Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, inkuiri, memecahkan masalah dan keterampilan sosial.
3.    Membangun komitmen dan kesadaran nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
4.    Meningkatkan kemampuan bekerjasama dan berkompetensi dalam masyarakat yang majemuk secara nasional maupun global.

Pembelajaran IPS harus mampu mengembangkan pengetahuan, fakta, nilai, sikap dan keterampilan sosial.Bahan ajar yang berupa pengetahuan, fakta dan konsep-konsep ilmu sosial ataupun bahan kajian tertentu diposisikan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, inkuiri dan keterampilam sosial.Untuk mencapai standar akademis dan standar kompetensinya, memerlukan pembelajaran yang menerapkan ranah kognitif, afektif dan psikomotor secara utuh.Indikator standar kompetensi adalah kemampuan melakukan, mendemonstrasikan, mempraktekan pengetahuan akademik. Penerapan pendekatan keterampilan proses, dengan jenis-jenis keterampilan prosesnya secara nyata menunjukkan indikator kompetensi tersebut.
B.     Langkah-langkah Penggunaan Metode Tanya Jawab
1.    Langkah-Langkah Metode Tanya Jawab
Untuk menghindari penyimpangan dari pokok persoalan, penggunaan metode tanya jawab harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Merumuskan tujuan tanya jawab sejelas-jelasnya dalam bentuk tujuan khusus dan berpusat pada tingkah laku peserta didik. 
b.      Mencari alasan pemilihan metode tanya jawab.
c.       Menetapkan kemungkinan pertanyaan yang akan dikemukakan.
d.      Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan.
e.       Menyediakan kesempatan bertanya bagi peserta didik.
Berdasarkan langkah-langkah yang  dikemukakan di atas, maka tindakan guru dalam menggunakan metode tanya jawab harus dipersiapkan secermat mungkin dalam bentuk rencana pengajaran yang detail dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Menyebutkan alasan penggunaan metode tanya jawab.
2.      Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus.
3.      Menyimpulkan jawaban peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus.
4.      Memberi kesempatan kepada peserta didik  untuk bertanya pada hal-hal yang belum dipahami.
5.      Memberi pertanyaan atau kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya pada hal-hal yang sifatnya pengembangan atau pengayaan.
6.      Memberi kesempatan pada peserta didik  untuk menjawab pertanyaan yang relevan dan sifatnya pengembangan atau pengayaan.
7.      Menyimpulkan materi jawaban yang relevan dengan tujuan pembelajaran khusus.
8.      Memberi tugas kepada peserta didik untuk membaca materi berikutnya di rumah dan menulis pertanyaan yang akan diajukan pada pertemuan berikutnya.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memberikan Tanya Jawab Menurut Usman dan Setiawati (1993 : 123 ),  seorang guru dalam memberikan tanya jawab harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 
a.  Ciri pertanyaan yang baik antara lain :
1)   Merangsang siswa untuk berpikir
2)   Jelas dan tindak menimbulkan banyak penafsiran
3)   Singkat dan mudah dipahami siswa
4)   Disesuaikan dengan kemampuan siswa
b.  Teknik mengajukan pertanyaan antara lain :
1)   Pertanyaan ditujukan pada seluruh siswa
2)   Memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk berpikir
3)   Usahakan setiap siswa diberikan giliran menjawab
4)   Dilakukan dalam suasana rileks, tidak tegang
c.  Sikap guru terhadap jawaban siswa antara lain :
1)   Tafsirkan jawaban siswa ke arah yang baik
2)   Hargai secara wajar sekalipun jawaban siswa kurang tepat
3)   Pada saat tertentu berikan kesempatan kepada siswa lain untuk menilai jawaban yang diberikan temannya.
d.  Sikap guru terhadap pertanyaan siswa antara lain :
1)   Memberikan keberanian kepada siswa untuk bertanya
2)   Pertanyaan siswa perlu disusun secara keseluruhan
3)   Pertanyaan harus sesuai dengan tata tertib
                                                              
2.      Pentingnya Ketrampilan Bertanya bagi Guru
Wiryawan dan Novahadi (1990:22) menyatakan bahwa, “mengajukan pertanyaan yang baik merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam usaha pencapaian tujuan penggunaan pertanyaan di kelas”. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan acuan dalam mengajukan pertanyaan yang sudah tentu harus dikembangkan lebih lanjut dalam praktik di lapangan: 
a.  Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat.Pertanyaan guru harus diucapkan dengan kata- kata atau istilah yang jelas, singkat dan tidak menimbulkan banyak penafsian.
b.  Pemberian acuan (structuring). Pertanyaan pemberian acuan adalah bentuk pertanyaaan yang didahului dengan pertanyaan yang berisi dan mendekati informasi sesuai dengan jawaban yang diharapkan, agar peserta didik dapat menggunakan atau mengolah informasi ini untuk menemukan jawaban pertanyaan.
c.  Pemusatan (focusing).Berdasarkan lingkup materi yang ditanyakan, ada pertanyaan luas dan ada pertanyaan sempit.Dari pertanyaan yang luas sering kita perlu memberi tekanan pada bagian – bagian tertentu yang dalam bentuk pertanyaan.
d.  Pemindahan giliran (redirecting ). Suatu pertanyaan yang belum dapatdijawab dengan baik oleh seorang peserta didik, guru dapat menggunakan teknik pemindahan giliran, yaitu melemparkan kepada peserta didik yang lain untuk mendapatkan jawaban yang paling betul.
e.  Pemberian tuntunan (promting). Guru hendaknya memberikan tuntunan bila siswa menjawab salah atau tidak bisa menjawab, sehingga peserta didik dapat menemukan jawaban yang benar. Cara yang dapat dilakukan  guru dalam memberikan tuntunan antara lain sebagai berikut:
1)   Mengungkapkan kembali suatu pertanyaan dengan cara lain yang lebih sederhana dan susunan kalimat yang mudah dipahami  peserta didik. Sebab kemungkinan besar  peserta didik belum dapat menangkap maksud pertanyaan guru.
2)   Mengajukan pertanyaan lain yang lebih sederhana, yang jawabannya dapat dipakai untuk menuntun  peserta didik dalam menemukan jawaban pertanyaan semula.
3)   Mengulangi penjelasan- penjelasan sebelumnya yang berhubungan dengan pertanyaan itu.
 Selain itu seorang guru harus beberapa prinsip penggunaan metode tanya jawab diantaranya yaitu:
a.  Penyebaran (distribution)
Agar peserta didik banyak berpartisipasi pada suatu kegiatan belajar mengajar sebaiknya guru menyebarkan giliran menjawab pertanyaan secara acak dan kalau perlu secara merata.
b.  Pemberian waktu berfikir (pausing)
Setelah mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas, guru seyogyanya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berfikir sejenak kemudian baru menunjuk salah seorang peserta didik untuk menjawab pertanyaan tersebut
c.  Penggunaan pertanyaan pelacak (probbing)
Suatu saat guru ingin meningkatkan jawaban peserta didik nya. Untuk itu dapat digunakan teknik probbing (pelacak) agar jawaban peserta didik meningkat menjadi lebih sempurna. Adapun teknik pelacak yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
1)   Klasifikasi
Kalau peserta didik menjawab pertanyaan guru dengan kalimat kurang jelas atau kurang tepat kata-katanya, guru dapat memberikan pertanyaan pelacak yang meminta peserta didik tersebut menjelaskan atau mengatakan dengan kata- kata lain sehingga jawabanpeserta didik tersebut menjadi lebih baik.
2)  Meminta peserta didik memberikan alasan
Guru dapat menyuruh peserta didik mengemukakan alasan atau pendapat yang telah dikemukakan dalam menjawab pertanyaan.
3)  Meminta kesepakatan pandangan
Suatu saat guru dapat meminta kepada para peserta didik untuk memberikan pandangan atas jawaban yang dikemukakan oleh teman mereka. Peserta didik yang lain dapat menerima atau menolak pandangan tersebut atau menambahkan sehingga diperoleh kesempatan jawaban yang disetujui bersama.
4)  Meminta ketepatan jawaban
Bila jawaban peserta didik urang tepat, guru dapat meminta peserta didik untuk meninjau kembali jawaban itu, agar diperoleh jawaban yang tepat dengan mengajukan pertanyaan pelacak. Tentu saja pertanyaan tersebut tidak boleh membuat siswa malu atau rendah diri. Andaikata akan menyebabkan peserta didik malu, lebih baik guru menggunakan teknik pemindahan giliran.
5)  Meminta jawaban yang lebih relevan Jika jawaban siswa kurang relevan dengan pertanyaan guru, sebaiknya tidak secara spontan memotongnya. Melainkan guru dapat mengajukan pertanyaan yang memungkinkan peserta didik menilai kembali jawabannya, atau mengemukakannya kembali dengan kata- kata lain sehingga jawaban tersebut relevan dan benar.
6)  Meminta Contoh
Apabila seorang peserta didik memberikan jawaban samar- samar atau terlalu luas, guru dapat meminta peserta didik itu untuk memeberikan ilustrasi atau contoh konkret tentang apa yang dimaksudnya.
7)  Meminta jawaban yang lebih kompleks Kalau guru menganggap jawaban peserta didik terlalu sederhana dan ingin ditingkatkan lebih mendalam, maka guru dapat meminta peserta didik untuk memberi penjelasan lebih lanjut tentang pendapatnya tadi.
6.  Jenis- jenis pertanyaan menurut Benyamin S Bloom
Dalam memberikan pertanyaan kepada siswa hendaknya guru berpedoman pada pertanyaan menurut Benyamin S Bloom. Menurut Bloom dalam Soetomo (1993 : 91- 94) pertanyaan- pertanyaan tersebut terdiri dari :
a.  Pertanyaan Pengetahuan (Knowledge Question)
Yaitu pertanyaan yang hanya mengharapkan jawaban yang sifatnya hafalan atau ingatan siswa.
b.  Pertanyaan Pemahaman (Comprehension Question)
Yaitu pertanyaan yang menuntut siswa untuk menjawab pertanyaan dengan jalan mengorganisir informasi yang telah diterimanya dengan kata-kata sendiri atau membaca informasi yang dilukiskan melalui grafik atau tabel.
c.  Pertanyaan Penerapan (Application Question)
Yaitu pertanyaan yang menuntut siswa untuk memberi jawaban tunggal dengan cara menerapkan pengetahuan informasi yang pernah diterima.
d.  Pertanyaan Analisis (Analisis Question)
Yaitu pertanyaan yang menuntut siswa untuk menemukan jawaban dengan cara mengidentifikasi motif masalah, menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang ada. 
e.  Pertanyaan Sintesis (Sintesis Question) Yaitu pertanyaan yang mempunyai jawaban lebih dari satu dan menghendaki siswa untuk mengembangkan potensi dan daya kreasinya.
f.  Pertanyaan Evaluasi (Evaluation Question)
Yaitu pertanyaan yang menghendaki siswa untuk menjawab dengan memberikan penilaian atau pendapatnya terhadap isu yang ditampilkan.
  
3.    Peran  Guru dalam Penggunaan Metode Tanya Jawab
Dalam proses belajar mengajar IPS dengan menggunakan metode tanya jawab, guru mempunyai peranan :
a.  Guru sebagai perencana
Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode tanya jawab, guru membuat rencana pengajaran yang meliputi : mempersiapkan pertanyaan- pertanyaan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus, menyimpulkan jawaban, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. 
b.  Guru sebagai pengajar
Sebagai seorang guru menyampaikan materi pelajaran,guru mengkomunikasikan pesan-pesan dan materi pelajaran.Guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga harus menanamkan konsep berpikir melalui pelajaran yang diberikan. Pelajaran bukan hanya untuk dihafal dan dimengerti tetapi untuk dikuasai dan kemudian mampu menerapkannya.Kalau subyek didik mampu menerapkan maka guru bertugas untuk melatih kemampuan mengaplikasikan pengetahuan teoritis yang diterimanya.
c.  Guru sebagai pembimbing
Setiap  peserta didik mempunyai pribadi yang unik, banyak masalah psikologis yang dihadapi oleh peserta didik banyak pula minat, kemampuan, motivasi dan kebutuhannya. Kesemuanya memerlukan bimbingan. Guru pada saat mengajar dengan menggunakan metode tanya jawab juga membimbing  peserta didik dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan.
d.  Guru sebagai motivator dan evaluator
Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode tanya jawab guru berperan sebagai motivator, yaitu memotivasi  peserta didik untuk berani bertanya mengenai materi yang belum dipahami. Selain itu guru juga berperan sebagai evaluator, yaitu: menilai kemampuan  peserta didik dalam bertanya dan menjawab pertanyaan.    
4.    Peran  Peserta Didik dalam Penggunaan Metode Tanya Jawab
Peserta didik merupkan subyek didik  yang mempunyai potensi untuk berkembang. Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode tanya jawab, peserta didik diberi kesempatan untuk memberanikan diri  memunculkan dan mengembangkan potensinya itu. peserta didik sebagai subyek didik yang telibat aktif diberi kebebasan menampilkan berbagai usaha dan kreativitas belajar tanpa tekanan dari guru. 



BAB III
KESIMPULAN

A.    Kesimpulan
1.      Metode tanya jawab adalah cara penyajian bahan pelajaran dalam proses pembelajaran yang berbentuk pertanyaan yang harus dijawab, sehingga terjadi interaksi dua arah antara guru danpeserta didik untuk memperoleh pengalaman guru pada  peserta didik.Penggunaan metode tanya jawab bertujuan  agar  peserta didik lebih termotivasi untuk belajar selama proses pembelajaran, sehingga baik guru atau peserta didik sama-sama aktif dalam proses pembelajaran. 
2.      Langkah-langkah penggunaan metode tanya jawab yaitu diantaranya mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran,menyimpulkan jawaban, memberi kesempatan kepada  peserta didik  untuk bertanya pada hal-hal yang belum dipahami, memberi pertanyaan atau kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya pada hal-hal yang sifatnya pengembangan atau pengayaan,menyimpulkan materi jawaban yang relevan dengan tujuan pembelajaran,memberi tugas kepada  peserta didik untuk membaca materi berikutnya di rumah dan menulis pertanyaan yang akan diajukan pada pertemuan berikutnya.
3.      Di dalam penerapannya metode tanya jawab memiliki empat tahap, agar mencapai hasil yang lebih baik. yaitu  tahap persiapan tanya jawab, tahap awal tanya jawab, tahap pengembangan tanya jawab, tahap akhir tanya jawab, dari keempat tahap tersebut saling berkaitan sehingga menjadi satu kesatuan proses pembelajaran yang dapat mencapai hasil belajar peserta didik yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
.

Depdiknas, (2006).Kurikulum Standar Kompetensi. Jakarta: Depdiknas.
Djahiri, K. (1995). Petunjuk Guru IPS Sekolah Dasar Kelas 6. Jakarta: Departemen P dan K.
Mudjono dan Dimyati, M. (1992).Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud.
Mulyasa, E. (2006). Implementasi Kurikulum 2006. Bandung: PT. Roda Karya
Sudjana, N. (1998). Tuntutan Penyusunan Karya Ilmiah, Makalah-Skripsi-Tesis-Disertasi. Bandung: Sinar Baru.
Toha Rahmat, B. (2006). Metode dan Teknik Pembelajaran Pendidikan(sebuah pengantar). Purwakarta: Universitas Pendidikan Indonesia.
Undang-undang Republik Indonesia.(2003). Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Citra Umbara.
Universitas Pendidikan Indonesia.(2006). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI Press.
UsmanUzer,  M. (2003). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Usman, Uzer dan Lilis Setiawati.1993.Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Rosda Karya. 
Wibawa, B. dan Mukti, F. (1992-1993). Media Pengajaran Jakarta.Departemen Pendidikan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Proyek Pembimbing Tenaga Pendidikan.
Wiriatmadja, R. (2006). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Wiryawan dan Novahadi. 1990. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Karunia.
Uzer Usman. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosda Karya.

 DIAN WAHYUDIN,S.Pd


1 komentar: